Strategi Pembelajaran

Tuesday, February 5th, 2013

Strategi digunakan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai apa yang diinginkan, apa yang menjadi tujuan awalnya, dan apa yang dapat membawanya terhadap kesuksesan dalam mencapai tujuan. Biasanya strategi digunakan dalam peperangan dan pertandingan, dimana keduanya mempunyai tujuan untuk mencapai kesuksesan tertentu. Istilah strategi ini juga digunakan dalam dunia pendidikan. Dalam dunia pendidikan strategi diartikan sebagai suatu perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (J.R. David, 1976). Berdasarkan pengertian tersebut ada dua hal yang dapat dicermati. Pertama, strategi pembelajaran yang hanya sebatas rancangan saja tidak sampai pada tindakan. Kedua, strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam penyusunan strategi pembelajaran diperlukan tujuan yang jelas agar dapat mencapai keberhasilan yang memuaskan.

Ada beberapa istilah yang memiliki kemiripan dengan strategi yang sering sebagian orang menyamaratakan arti dari istilah-istilah ini. Istilah-istilah tersebut adalah metode, pendekatan, teknik dan taktik. Sebenarnya pengertian dari strategi, metode, pendekatan, teknik dan taktik itu berbeda. Strategi menunjuk pada sebuah perencanaan untuk mencapai sesuatu, sedangkan metode adalah cara yang dapat digunakan untuk melaksanakan suatu strategi. Pendekatan (approach) dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran. Strategi dan metode pembelajaran yang digunakan tergantung dari pendekatan tertentu. Ada dua pendekatan pembelajaran menurut Roy Killen (1998) yaitu, pendekatan yang berpusat pada guru (teacher centered approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student centered approaches).

Selain itu ada juga teknik dan taktik yang merupakan penjabaran dari metode. Teknik adalah cara yang dilakukan seseorang untuk menjalankan suatu metode. Misalnya, bagaimana cara seorang guru menggunakan metode ceramah agar berjalan efektif dan efesien?. Dengan demikian, sebelum melakukan ceramah tersebut guru harus melihat kondisi dan situasi kelas terlebih dahulu. Misalnya, ceramah dengan kapasitas orang yang banyak di siang hari akan berbeda dengan ceramah di pagi hari dengan jumlah siswa yang terbatas. Taktik adalah gaya seseorang dalam melaksanakan suatu teknik atau metode tertentu yang sifatnya lebih individual.

Beberapa jenis strategi pembelajaran, diantaranya strategi pembelajaran ekspositori, strategi pembelajaran inkuiri, dan strategi pembelajaran kooperatif. Strategi pembelajaran ekspositori menekankan pada proses penyampaian materi secara verbal. Guru menerangkan seluruh materi secara terstruktur kepada siswa dan siswa mendengarkan seluruh materi yang dijelaskan oleh guru. Guru mendominasi di kelas. Pendekatan dalam strategi pembelajaran ini adalah teacher centered approach. Fokus utama strategi ini adalah kemampuan akademis siswa.

Strategi pembelajaran inkuiri menekankan pada proses berfikir kritis dan analisis pencarian solusi terhadap masalah yang dipertanyakan. Siswa dibimbing oleh guru untuk mecari tahu sendiri jawaban terhadap apa yang menjadi masalah yang berkaitan dengan materi dalam pembelajaran di dalam kelas. Biasanya bisa dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa. Strategi pembelajaran ini sering juga disebut strategi heuristic, yang berasal dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan. Strategi inkuiri menekankan pada aktivitas siswa menemukan jawaban, menambah percaya diri siswa, dan mengembangkan kemampuan berpikir siswa secara sistematis, logis, dan kritis.

Strategi pembelajaran koorperatif menekankan pada sistem pengelompokan/tim kecil yang mempunyai latar belakang kemampuan akademis, jenis kelamin, ras atau suku yang berbeda. Dengan menggunakan strategi pembelajaran koorperatif dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, meningkatkan hubungan sosial antar siswa, menumbuhkan sikap menerima kekurangan diri dan orang lain serta dapat meningkatkan harga diri. Bekerja sama dalam mengerjakan tugas kelompok dapat melatih siswa untuk mengembangkan kepribadian yang lebih baik. Misalnya, siswa dapat melatih diri menjadi pemimpin yang bertanggung jawab, menjadi anggota yang bisa menyelesaikan masalah bersama-sama dan menghindari keegoisan dalam diri, melatih kesabaran ketika ada beberapa anggota yang belum mengerti dan belum mengikuti instruksi yang diberikan, dan saling melengkapi satu sama lain agar kelompok yang dibuat dapat sukses dan berhasil pada akhirnya.

Daftar Pustaka

Sanjaya, Wina (2010). Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta:Kencana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: