27 Point tentang Kurikulum

Monday, February 4th, 2013
  1. Kurikulum dibuat untuk mencapai tujuan pendidikan jangka panjang
  2. Kurikulum dijadikan sebagai pedoman kegiatan pembelajaran
  3. Kurikulum merupakan kumpulan mata pelajaran yang harus dipelajari siswa atau yang harus disampaikan oleh guru
  4. Kurikulum populer di Indonesia sejak tahun 1950-an yang diperkenalkan oleh sejumlah kalangan pendidik lulusan Amerika Serikat
  5. Kurikulum berasal dari kata Kurikulum curriculum yang berarti lintasan untuk balap kereta kuda yang biasa dilakukan oleh bangsa Romawi pada zaman kaisar Gaius Julius Caesar di abad pertama tahun masehi
  6. Kurikulum sebagai komponen penting dalam pendidikan harus memiliki tujuan dan sasaran yang akan dicapai, seleksi dan organisasi bahan dan isi pelajaran, bentuk dan kegiatan belajar dan mengajar, dan akhirnya evaluasi hasil belajar
  7. Kurikulum merupakan suatu rencana/perencanaan
  8. Kurikulum merupakan pengaturan yang sistematis dan terstruktur
  9. Kurikulum memuat isi dan bahan pelajaran bidang pengajaran tertentu

10. Kurikulum mengandung cara, metode, dan strategi pengajaran

11. Kurikulum merupakan pedoman kegiatan belajar mengajar

12. Kurikulum dimaksudkan untuk mencapai tujuan pendidikan

13. Kurikulum merupakan suatu alat pendidikan

14. Sebuah kurikulum biasanya berdasarkan pada berbagai landasan, seperti landasan filosofis, landasan sosiologis, landasan psikologis, landasan organisator

15. Menurut S.Nasution (2006:10), sekurang-kurangnya ada tiga dimensi kefilsafatan yang harus dipertimbangkan ketika merancang konsep kurikulum pendidikan, antara lain adalah falsafah pendidikan, falsafah Negara, dan falsafah lembaga pendidikan

16. Nurgianto, 1988:2, Secara filosofis pendidikan merupakan alat pemasukan (input instrumental) sebagai sarana terwujudnya proses kegiatan pendidikan dan berarti pula sarana tercapainya tujuan pendidikan

17.  Filsafat bangsa biasanya merupakan akumulasi nilai dari semua suku, agama, golongan, dan kepentingan politik pada sebuah Negara yang selalu diarahkan agar semua program pendidikan diorientasikan untuk menjaga dan mengembangkan filsafat tersebut

18. Bentuk filsafat lembaga pendidikan ini dapat diketahui dari misi, visi dan tujuan instutisional suatu lembaga pendidikan, jarang sekali dinyatakan secara jelas, spesifik, dan eksplisit dalam bentuk tertulis (Abdullah, 1999:60)

19. Aliran filsafat dalam penyusunan kurikulum : Perenialisme= pendidikan harus lebih banyak mengarahkan perhatiannya pada kebudayaan ideal yang telah teruji dan tangguh (Mohammad Noor Syam, 1984). Aliran ini lebih menekankan kepada keabadian, keidealan, kebenaran, dan keindahan dari warisan budaya dan dampak social tertentu dan lebih berorientasi pada masa lalu. Perennial yang berarti abadi, kekal, atau selalu. Essensialisme= berpandangan bahwa pendidikan harus berpijak pada nilai-nilai yang jelas dan tahan lama dalam memberikan kestabilan, mempunyai tata aturan yang jelas. Progresivisme= berpandangan bahwa pengetahuan yang benar masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang, pendidikan harus berpusat pada anak bukan pada guru atau bidang muatan, bermaksud untuk menjadikkan anak didik yang memiliki kualitas dan terus maju (progress) sebagai generasi yang akan menjawab tantangan zaman peradaban baru. Rekontruksi= suatu susunan yang berusaha merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang bercorak modern, lebih menekankan tentang pemecahan masalah, hasil belajar dan proses

20. Dalam undang-undang telah dinyatakan, bahwa: “Kurikulum disusun untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional dengan memperhatikan tahap perkembangan peserta didik dan kesesuaiannya dengan lingkungan, kebutuhan pembangunan nasional, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian, sesuai dengan jenis dan jenjang masing-masing satuan pendidikan.”

21. Bogoslousky mengutarakan bahwa kurikulum dapat diumpamakan sebagai sebuah rumah yang mempunyai empat bagian, yaitu universum (ilmu pengetahuan alam kodrat yang diperluas), sivilisasi (karya yang dihasilkan manusia), kebudayaan, kepribadian

22. Secara etimologi, kurikulum berasal dari bahasa yunani, curir yang berarti pelari dan curere yang berarti tempat berpacu. Awalnya lebih dikenal pada bidang olahraga, namun sejak tahun 1856 istilah tersebut dikenal dalam bidang pendidikan

23. Kurikulum dalam arti sempit dipandang hanya sebagai mata pelajaran yang harus ditempuh siswa untuk mendapatkan ijazah. Dalam arti  luas, kurikulum adalah semua pengalaman belajar yang dilakukan pihak sekolah untuk mempengaruhi perkembangan pribadi siswa ke arah yang lebih positif sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan

24. Kurikulum dapat dilihat sebagai produk, yakni sebagai hasil karya para pengembang kurikulum

25. Kurikulum dapat dilihat sebagai program, yakni alat yang dilakukan oleh sekolah untuk mencapai tujuannya

26. Kurikulum dapat dilihat sebagai hal-hal yang diharapkan akan dipelajari siswa, pengetahuan, sikap keterampilan tertentu

27. Kurikulum dapat dilihat sebagai pengalaman siswa

Daftar Pustaka

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_JEPANG/195201281982031-WAWAN_DANASASMITA/TUGAS_MAHASISWA/BAB_I-KONSEP_KURIKULUM.pdf

http://www.majalahpendidikan.com/2011/04/pengertian-dan-konsep-kurikulum.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: