Komponen- Komponen Pengembangan Kurikulum

Wednesday, February 20th, 2013

Bagian yang harus ada dalam suatu sistem disebut dengan komponen. Suatu sistem pasti memiliki komponen-komponen yang mendukung keberhasilan sistem tersebut. Komponen yang ada haruslah berkaitan satu sama lain. Hal ini akan menjadi sebuah alat untuk memperkuat kedudukan sistem tersebut dalam posisi tertentu. Begitu pula pada kurikulum. Kurikulum mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan.

Komponen-komponen pengembangan kurikulum menurut buku  Kurikulum dan Pembelajaran yang ditulis oleh Tim Pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran Universitas Pendidikan Indonesia terbagi ke dalam empat komponen.

Pertama, komponen tujuan yang berhubungan dengan arah atau hasil yang diharapkan, rumusan tujuan kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem yang dianut masyarakat. Menurut Bloom bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat digolongkan ke dalam tiga domain, domain kognitif (kemampuan berfikir) yang mempunyai enam tingkatan, yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Domain afektif (sikap, nilai-nilai dan apresiasi) yang memiliki lima tingkatan, yaitu penerimaan, merespon, menghargai, mengorganisasi, karakterisasi nilai ( Krathwohl, dkk, 1964) dan domain psikomotor (keterampilan seseorang) yang memiliki tujuh tingkatan, yaitu persepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, menyesuaikan, dan menciptakan.

Kedua, komponen isi/materi pelajaran yang berhubung baik dengan pengetahuan maupun aktivitas siswa  untuk mencapai tujuan tertentu. Ketiga, komponen metode/strategi yang merupakan implementasi kurikulum meliputi rencana, metode dan perangkat kegiatan. Keempat, komponen evaluasi yang digunakan sebagi alat untuk melihat keberhasilan pencapaian tujuan yang terbagi dua jenis, tes dan non tes.

 Tes biasanya digunakan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa. Tes harus memiliki kriteria validitas, dimana dapat mengukur yang hendak diukur dan harus memiliki kritea reabilitas, dimana jika tes tersebut menghasilkan informasi yang konsisten.

Berdasarkan jumlah peserta tes dibagi menjadi tes kelompok dan tes individual. Dilihat dari pelaksanaannya, tes dapat dibedakan menjadi tes lisan, tes tertulis dan tes perbuatan. Kita sering mendengar istilah tes lisan dan tertulis, namun untuk tes perbuatan mungkin sebagian orang baru mendengarnya. Tes perbuatan ini cocok manakala kita ingin mengetahui keterampilan yang dimiliki siswa atau lebih orang mungkin menyebutnya tes kinerja.

Adapun non tes yang biasanya mengukur dari tingkah laku, sikap, minat dan motivasi siswa. Jenisnya ada observasi, wawancara, studi kasus, dan skala penilaian.

Menurut buku Ilmu dan Aplikasi Pendidikan bagian 2 Ilmu Pendidikan Praktis yang ditulis oleh Tim Pengembang Ilmu Pendidikan FIP UPI, ada empat komponen kurikulum yang saling berkaitan, yaitu komponen dalam dimensi ide yang berkenaan dengan landasan filosofis dan teori kurikulum, dimensi dokumen berisikan komponen seperti tujuan, proses, konten dan assesment, dimensi proses merupakan implementasi dari apa yang direncanakan dalam dokumen, dimensi hasil adalah apa yang dimiliki siswa dimana ini merupakan suatu pembuktian apakah tujuan pembelajaran telah berhasil atau belum.

Perbedaan kedua buku tersebut dalam membagi komponen kurikulum hanya terdapat pada komponen pertama, dimana buku pertama menyebutkan bahwa komponen yang pertama adalah tujuan, sedangkan pada buku kedua, komponen pertama adalah landasan dan tujuan masuk ke dalam komponen dokumentasi. Namun, pada dasarnya sama-sama membahas komponen yang harus ada untuk mengembangkan kurikulum itu diawali dengan landasan Urutan dalam pembagian komponen pada buku pertama diurutkan secara sistematis, dimana jika komponen pertama tidak ada maka komponen yang lainnya tidak ada. Bagaimanapun pembagiannya, kurikulum mempunyai komponen yang saling berkaitan dan saling melengkapi satu sama lain. Ketika  satu komponen dalam pengembangan kurikulum tidak ada maka  kurikulum tidak akan mencapai tujuan yang diharapkan; dan ketika salahsatu komponen dalam kurikulum tidak berjalan dengan baik maka itupun tujuan kurikulum pun tidak akan tercapai dengan baik.

 

 

Sumber :

Tim pengembang MKDP Kurikulum dan Pembelajaran. (2009). Kurikulum & Pembelajaran. Bandung : Jurusan Kutekpen FIP UPI.

Tim Pengembang Ilmu Pendidikan. (2007). Ilmu & Aplikasi Pendidikan. Bandung: PT IMTIMA

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: